Kursi PM Untuk Parpol Yang  Banyak Suara

DILI, STLNEWS.co – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai FRETILIN, Mari Alkatiri mengatakan tiga partai koalisi (FRETILIN, PLP dan KHUNTO)  sudah menandatangi platform bahwa apabila hasil pemilihan umum (Pemilu) Parlamen 2023 rakyat masih memberi kepercayaan kepada partai platform untuk melanjutkan mandatnya, maka yang berhak untuk menjadi Perdana Menteri (PM) adalah partai yang memiliki suara atau kursi lebih banyak di Parlamen Nasional.

Penegasan Sekjen Partai FRETILIN, Mari Alkatiri itu disampaikan dalam konferensi pers di Hotel Timor, Dili, Rabu (10/05/2023). 

Mari Alkatiri menggarisbawahi dari tiga partai platform itu apabila Partai FRETILIN yang mempunyai  suara atau kursi lebih banyak, maka jabatan PM harus dijabat oleh orang FRETILIN. Tidak seperti sebelumnya bahwa PLP yang memiliki 8 kursi di Parlamen Nasional mendapat jatah untuk kursi PM.

“Karena itu, dalam kampanye masing-masing partai mencari suaranya sendiri-sendiri. Siapa yang mendapat banyak suara dialah yang akan mendapat jatah kursi Perdana Menteri,” kata Alkatiri. 

Alkatiri menyebutkan bahwa dulu Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai FRETILIN belum dirubah, yang berhak untuk menjabat Perdana Menteri adalah Sekjen Partai FRETILIN. Namun, sekarang tidak seperti itu lagi. Komisi Politik Nasional (KPN) yang nantinya memutuskan untuk memilih kandidat kepala pemerintahan.

Mantan kepala pemerintahan ini juga mengatakan selama kampanye pemilu parlamen, Partai FRETILIN menyampaikan program-program yang berorientasi pada hal-hal yang menyentuh kehidupan rakyat kecil untuk membebaskan mereka dari kemiskinan dan kemelaratan. Karena FRETILIN ingin membawa rakyat dari keadaan gelap menuju terang.

 Hal serupa juga disampaikan Pemimpin Troika, Lere Anan Timur. Meskipun tiga partai sudah menandatangani kesepakatan platform, tetapi pada pemilu parlamen masing-masing mencari suara sendiri-sendiri dan nanti setelah pemilu baru bergabung lagi untuk melanjutkan mandat pemerintahannya kalau rakyat masih memberi kepercayaan kepada partai platform pada pesta demokrasi ini. 

“Siapa yang PLP pilih PLP, siapa yang KHUNTO pilih KHUNTO dan siapa yang FRETILIN pilih FRETILIN. Jangan pilih ketiga-tiganya. Itu berarti suara anda dinyatakan tidak sah,” kata Lere.

(eme)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here