MESSK Minta Teknisi Bekerja Dengan Teliti

DILI, STLNEWS.co – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (MESSK) meminta para teknisi untuk bekerja dengan teliti dalam mengoreksi skor ujian untuk akses umum dan khusus ke Universitas Nasional Timor Lorosae (UNTL) dan Institut Publik Betano (IPB).

“Hari ini, kami melakukan koreksi penilaian akses untuk UNTL dan IPB. Saya ingin menekankan kepada para teknisi untuk bekerja dengan teliti dan transparan karena koreksi ini diawasi oleh perwakilan dari Kementerian, Kementerian Luar Negeri, Urusan Veteran, Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, dan MESSK,” kata Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan, Jose Honorio da Costa Pereira Jeronimo kepada wartawan di Gedung MESSK, Kolmera, Dili, Senin (8/1/2024).

Dia menyebutkan bahwa sebagai Menteri dirinya menekankan kepada para teknisi tentang perlunya bekerja dengan teliti, karena masyarakat sering kali mengangkat isu-isu terkait akses ke UNTL dan IPB. Namun, tahun ini, skor telah meningkat secara signifikan dari angka empat puluh enam ke atas, dan skor di bawah itu tidak dapat mengakses UNTL atau IPB.

“Kami berusaha untuk kualitas karena UNTL dan IPB adalah lembaga negara, dan harus bagus. Karena itu, pemuda kita, melalui kriteria yang ditetapkan oleh kementerian dan melalui komisi penerima mahasiswa baru, skor maksimum adalah enam puluh. Sebelumnya, kami menerima dengan angka empat puluh lima, namun sekarang lebih tinggi, dari empat puluh tujuh menjadi empat puluh delapan, dan mungkin akan mencapai lima puluh karena kami berusaha untuk kualitas,” paparnya.

Ia menyoroti bahwa pemuda yang masuk ke UNTL dan IPB, sebagai lembaga negara, perlu memanfaatkan peluang ini dengan baik untuk berkontribusi pada kualitas sumber daya manusia. Dari ribuan pendaftar, UNTL bertujuan untuk menerima empat ribu orang, dan IPB empat ratus, sehingga memerlukan seleksi yang cermat untuk menentukan siapa yang layak diterima, sehingga masyarakat menginvestasikan secara bijaksana.

Selain itu, Rektor UNTL, Joao Soares Martins, menyatakan bahwa jumlah mahasiswa tidak boleh melebihi angka yang mereka ajukan kepada Kementerian. Meskipun kandidat terbaik mungkin masuk ke kedokteran umum, keputusan ada pada komisi dan bukan hanya rektor.

“Kami mengajukan 7.220 tempat yang dibagi di antara sepuluh fakultas dan empat puluh tiga program studi, dan ini adalah proposal kami kepada Kementerian Pendidikan Tinggi. Kami berharap kami tidak akan melampaui situasi ini,” pungkasnya.

(jac)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here