Omicron Tak Akan Hambat Pilpres 2022

DILI, STLNEWS.co – Wakil rakyat di Parlamen Nasional (PN) meminta kepada Comição Nasional das Eleições (CNE) dan Sekretariat Teknik Administrasi Pemilihan (STAE) untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Covid-19 dengan varian baru Omicron, sehingga tidak menghambat proses pemilihan presiden (Pilpres) 2022.

Permintaan ini disampaikan Anggota PN dari Fraksi KHUNTO, Luis Roberto kepada STL di Gedung PN, Dili, Kamis (13/1/2022).

Menurutnya, meskipun saat ini Omicron sudah terdeteksi di banyak negara, termasuk di negara tetangga Indonesia dan Australia,  namun kalau diantisipasi dengan baik dan semua masyarakat tetap mentaati protokol kesehatan, Timor Leste (TL) akan bebas dari omicron. 

“Karena pelaksanaan Pilpres sudah dekat, maka CNE dan STAE sebagai penyelenggara pesta demokrasi ini segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang pencegahan Omicron. Masyarakat perlu diingatkan untuk tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan kementerian kesehatan dan organisasi kesehatan sedunia yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” kata Luis Roberto.   

Dikatakan, seluruh proses Pilpres yang nantinya digelar CNE dan STAE, seperti kampanye, debat dan pelaksanaan Pilpres yang mengumpulkan banyak orang, maka semua orang harus mentaati gerakan 3 M yaitu Mencuci tangan, Memakai masker dan Menjaga jarak, sehingga dapat menghindari dari Covid-19 dengan varian baru Omicron.

Hal serupa diutarakan Anggota PN dari Fraksi Fretilin, Fabião Oliveira. Menurut dia,  semua Partai Politik (Parpol) perlu memberi perhatian serius terhadap pencegahan Covid-19 dengan varian baru Omicron, karena Parpol akan mengumpulkan massa pada saat melakukan kampanye.

Ia juga mengatakan bahwa saat ini Parpol sudah menyiapkan calonnya untuk berkompetisi pada Pilpres 2022. Namun, karena Presiden Republik, Francisco Guterres Lu Olo belum menetapkan jadwal Pilpres, maka Parpol masih kantongi calonnya.

“Sekarang kita tunggu Presiden Republik tetapkan jadwal Pilpres. Jika sudah ada penetapan jadwal secara resmi, maka mau tidak mau Pilpres harus digelar. Hal penting yang harus diperhatikan dan menjadi tanggungjawab semua Parpol dalam pelaksanaan Pilpres adalah mentaati protokol kesehatan yang dianjurkan kementerian kesehatan dan organisasi kesehatan dunia,” ucapnya.

Ia menambahkan, meskipun Covid-19 sudah turun, tidak berarti masyarakat dibiarkan bebas dari protokol kesehatan, tetapi semua orang harus mentaati protokol kesehatan agar dapat terhindar dari Covid-19 dengan varian baru Omicron. 

Sementara itu, Direktur Umum STAE, Acilino Manuel Branco mengatakan CNE dan STAE sebagai penyelenggara pesta demokrasi ini, sudah siap untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya meskipun situasi pandemi Covid terus mengancam.

“Kami  terus berupaya dengan mencari mekanisme agar menyelenggarakan pemilihan dalam situasi yang  aman dan memberi kesempatan kepada para pemilih untuk menggunakan hak pilihnya dengan baik dan tetap menjaga kesehatan dirinya, sendiri, keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

(gui)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

NEWS UPDATE

SEJD Ho Governu Australia Diskuti Dezenvolvimentu Juventude & Desportu

DILI, STLNEWS.co - Sekretariu Estadu Juventude no Desportu (SEJD) hamutuk ho Embaixador Australia ba Timor Leste, halo diskusaun oinsa atu dezenvolve seitor juventude no...

Gasta Orsamentu Boot, Roo Haksolok Sei Iha Inserteza

DILI, STLNEWS.co - Too oras nee roo Haksolok sei iha inserteza atu mai iha Timor-Leste, maski gasta ona orsamentu povu nian ho montante neebé...

Adelino Pineira Rai Henek Sustenta Familia

DILI, STLNEWS.co - Adelino Vila Nova ho idade 35, husi Munisipiu Ermera informa, liu husi pineira rai henek mak dalan diak hodi hetan osan...