Pemerintah Akan Selesaikan Krisis Obat Dan Keterbatasan Tenaga Medis Di TL

DILI, STLNEWS.co — Setelah disoroti berbagai kalangan terkait dengan krisis obat dan keterbatasan tenaga medis yang mengakibatkan banyak pasien meninggal dunia, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinator Urusan Sosial, Menteri Pembangunan Pedesaan dan Perumahan Komunitas, Mariano Assanami Sabino dan Menteri Kesehatan (Menkes), Elia dos Reis Amaral, melakukan kunjungan ke Hospital Nasional Guido Valadares (HNGV) Dili untuk melihat dari dekat situasi rill di rumah sakit tersebut.

Kepada wartawan, Mariano Assanami Sabino mengatakan bahwa dirinya mengunjungi HNGV dalam kapasitas sebagai Menteri Koordinator Urusan Sosial yang peduli dengan semua masalah sosial yang terjadi di Timor Leste.

“Kunjungan saya ke HNGV untuk melihat secara dekat kondisi rill yang ada di Rumah Sakit Nasional ini karena banyak masyarakat yang mengeluh tentang stok obat dan kamar mayat yang penuh dengan mayat. Karena itu, saya datang ke sini untuk melihat langsung kondi rill di lapangan. Tentunya pemerintah  tidak akan tinggal diam, segera mencarikan solusinya,”kata Mariano kepada wartawan saat berkunjung ke HNGV Dili, Selasa (16/01/2024).

Dia mengatakan bahwa dari informasi yang didapatkannya terdapat tiga kategori obat yang stock out, yakni obat jenis vital, essensial, dan berkebutuhan. Dilihat dari standarisasi yang harus ada khususnya untuk obat jenis vital dan essensial yang terkoordinasi dengan apotek-apotek yang ada di luar, maka ia juga berkunjung ke SAMES (Badan Penyimpanan Obat Obatan dan Peralatan Medis) untuk melihat bagaimana bagian logistik akan  berbicara dengan perusahaan untuk membuat perjanjian dengan Kementerian sehingga dapat memasukan obat ke gudang secara teratur.

Wakil PM urusan sosial ini juga meminta kepada seluruh masyarakat untuk memahami bahwa pemerintah telah mencari cara untuk menyelesaikan masalah-masalah yang ada, dan dalam waktu dekat pemerintah akan mengambil keputusan, agar aktivitas di rumah sakit berjalan normal kembali.

Dia meminta kepada seluruh masyarakat, terutama kepada para pekerja di bidang kesehatan karena peranan mereka amat penting bagi negara Timor Leste. Namun, untuk menjamin semuanya berjalan dengan baik, maka pemerintah harus melindunginya karena mereka bekerja di sektor kesehatan secara sukerala. Karena itu, pemerintah akan memperhatikan mereka secara baik.

“Pelayanan di Rumah Sakit memerlukan dukungan semua pihak untuk membuka jalan menuju layanan yang berkualitas dan dapat melayani semua orang di negara ini,” tuturnya.

Mengenai keterbatasan tenaga medis di Rumah Sakit Nasional dan pusat-pusat kesehatan di Timor Leste, Assanami mengatakan bahwa proses rekrutmen sedang berlangsung di Kementerian Kesehatan.

“Saat ini proses rekrutmen sedang berjalan dan dalam beberapa minggu ke depan, personil kesehatan akan ditempatkan di berbagai lokasi untuk mulai bekerja,” kata Mariano.

Sementara itu, Ketua Komisi Rekrutmen Tetap di Kementerian Kesehatan, Julio dos Santos, mengatakan bahwa para profesional kesehatan yang direkrut Kementerian Kesehatan dalam tahap pertama, sebanyak 229 orang. Mereka akan mulai memberikan pelayanan kepada pasien di HNGV Dili  pada 17 Januari 2023.

“Kami melakukan rekrutmen pada tahap pertama untuk melihat kebutuhan di HNGV Dili karena di semua tenaga kesehatan di distrik telah dipindahkan. Pertama-tama kita melihat kebutuhan di HNGV dan sebanyak 229 tenaga kesehatan ini lebih dari cukup untuk mulai memberikan pelayanan kepada pasien,” kata Julio dos Santos.

Dia menyatakan bahwa para profesional kesehatan ini telah menandatangani kontrak dengan Kementerian Kesehatan pada tanggal 15 Januari 2024 dan telah ditugaskan untuk menjalankan tugas di HNGV.

“Jumlah profesional kesehatan ini melibatkan dokter, perawat, bidan, dan teknisi kesehatan lainnya yang ditempatkan di HNGV untuk melaksanakan tugas sesuai rencana kami, meskipun HNGV merasa bahwa jumlah ini tidak cukup dan HNGV akan melakukan pemetaan untuk disampaikan kepada Menteri Kesehatan agar kita dapat meningkatkan jumlah ini,” katanya.

Dalam konteks yang sama, Menteri Kesehatan,  Elia dos Reis Amaral mengungkapkan bahwa rekrutmen untuk para profesional kesehatan yang dibuka oleh Kementerian Kesehatan telah dimulai, dan mereka pertama-tama akan memberikan pelayanan di HNGV.

“Para profesional kesehatan kita mulai memberikan pelayanan di HNGV minggu ini, sebanyak 229 orang, kemudian akan bertahap menuju ke distrik-distrik, layanan pusat, INFPM (Institutu Nasional Farmasia Produtu Medikamentus) dan layanan ambulans,” tutupnya.

(gui)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here