Timor Leste Dan Nation Character Building

Timor Leste dan Nation Character Building

Oleh: Pastor Urbanus Bunga Lolon, SVD

Nation character building adalah mimpi setiap negara demi bonum communae atau kebaikan bersama. Timor Leste sebagai sebuah negara juga mempunyai harapan akan masa depan lewat membangun karater bangsa. Dalam artikel ini penulis menampilkan empat ide sederhana. Ke-empat ide itu antara lain apa itu karakter, komponen karakter yang baik, pendidikan dan pembentukan karakter bangsa. Bagian yang terakhir adalah pembentukan karater lewat kekuatan 3 in 1.

Apa itu Karakter

Istilah karakter berasal dari kata Bahasa Latin Character yang berarti tabiat, sifat-sifat kejiwaan, budi pekerti, kepribadian serta akhlak. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, karakter juga masih mengandung arti lain yaitu sifat, personalitas, temperamen, watak, perilaku, bawaan, jiwa. Yang dimaksud dengan berkerakter artinya berkepribadian, berperilaku, bersifat, bertabiat dan berwatak.

Menurut Prof. Suryanto, Ph.D dalam tulisannya berjudul “Urgensi Pendidikan Karakter” menjelaskan bahwa karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

Bertolak dari pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa karakter adalah sifat bawaan yang berkaitan erat dengan kepribadian (personality) dalam diri seseorang. Sifat bawaan ini terwujud lewat tingkah laku, pola pikir dalam kehidupan setiap hari dalam menjalin relasi dan bekerjasama dengan orang lain.

Dari definisi ini dapat memuat unsur-unsur dasar dari karakter yaitu emosi yang merupakan perasaan dan gejolak jiwa. Konsep tentang diri sendiri atau self conception sebagai cara pandang terhadap diri sendiri. Kebiasaan dan kemauan yang terlahir dari diri sendiri yang akan mempengaruhi proses pembentukan karakter. Kepercayaan diri adalah modal dalam diri sendiri dalam proses pembentukan diri dan kepribadian.

Komponen karakter yang baik

Thomas Lickona dalam bukunya “Educating for Character” menjelaskan bahwa ada tiga komponen utama dalam proses pembentukan karakter yang baik. Ketiga komponen itu adalah sebagai berikut:

  1.  Pengetahuan Moral

Adalah pengetahuan akan nilai-nilai moral positip dalam proses pembentukan karakter yang baik. Pengetahuan moral ini menyangkut kesadaran moral. Dengan adanya kesadaran moral maka akan membantu setiap orang untuk memberikan penilaian moral. Pengatahuan moral juga menyangkut pengetahuan akan diri sendiri sehingga bisa mempunyai pemikiran moral dalam pengambilan sebuah keputusan. Nilai-nilai moral yang perlu diketahui antara lain tanggung jawab, kejujuran, keadilan, toleransi penghormatan, disiplin diri, integrasi, kebaikan, disiplin dan nilai-nilai lain yang dibutuhkan dalam kehidupan sosial.

  • Perasaan Moral

Unsur perasaan moral lebih mengarah kepada peranan hati. Yang termasuk dalam perasaan moral adalah hati Nurani, empati, mencintai hal yang baik, kerendahan hati, mengendalikan diri. Hati Nurani mempunyai sisi kognitif yaitu mengetahui apa yang benar dan sisi emosional yaitu merasa berkewajiban untuk melakukan apa yang benar. Empati memampukan kita untuk keluar dari diri sendiri dan masuk ke dalam diri orang lain.

Nilai-nilai dalam perasaan moral ini mempengaruhi sisi emosional setiap pribadi dalam proses pembentukan karakter diri. Selanjutnya pengetahuan tentang diri sendiri dan orang lain dapat membantu kita untuk mengetahui yang baik lalu bisa melakukan hal yang baik.

  • Tindakan Moral

Tindakan moral adalah hasil atau outcome dari pengetahuan moral dan perasaan moral. Artinya tindakan moral sebagai aksi konkrit yang terlahir dari pengetahun moral dan perasaan moral. Tindakan moral menyangkut kompetensi, keinginan dan kebiasaan. Kompetensi moral yaitu kemampuan untuk mengubah penilaian dan perasan moral ke dalam tindakan moral yang efektif. Misalnya untuk memecahkan suatu konflik dengan adil, dibutuhkan keahlian untuk mendengarkan. Keinginan yang baik dapat menggerakan energi moral untuk melakukan hal yang baik. Selanjutnya kebiasaan yang baik akan menghasilkan tindakan moral yang baik.

Ketiga komponen moral ini menjadi unsur dasar dalam proses pembentukan karakter setiap pribadi. Hal ini karena pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral dalam manifestasinya merupakan kualitas karakter yang membuat nilai-nilai moral menjadi realitas yang hidup.

Pendidikan dan Pembentukan Karakter Bangsa

Pendidikan dan pembentukan karakter bangsa adalah sebuah proses yang panjang. Lewat jalur pendidikan adalah kunci utama dalam proses pembentukan karakter. Dalam hal ini lewat Pendidikan informal, non formal dan formal.

  1. Keluarga

Pendidikan setiap orang berawal dari dalam keluarga. Orang tua adalah guru pertama bagi setiap anak. Proses Pendidikan dalam keluarga menjadi titik tolak pertumbuhan dan perkembangan setiap anak. Dari keluarga setiap anak belajar tentang baik dan buruk.

Proses pendidikan informal dari dalam keluarga menghantar seorang anak untuk belajar lebih lanjut dalam pendidikan formal dan non formal. Penanaman nilai moral dan pembentukan karakter dari dalam keluarga akan menghantar seorang anak untuk memahami pengetahuan moral, perasaan moral dan tindakan moral. Dengan demikian terbentuknya kualitas karakter setiap orang berawal dari dalam keluarga.

  • Sekolah

Sekolah adalah lembaga pendidikan formal dengan tenaga pendidikanya profesional. Artinya para guru adalah orang yang mendapat pendidikan khusus untuk bekerja sebagai pengajar di sekolah. Dalam proses pembentukan karakter di sekolah berawal dari kepribadian dan profesionalisme guru dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pendidik dan pengajar.

Dalam proses pembentukan karakter, nilai-nilai moral menjadi bagian yang integral dari kurikulum yang diajarkan di sekolah. Artinya titik tolak kurikulum nasional berfokus pada proses pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral yang baik. Selanjutnya sekolah menciptakan komunitas yang bermoral sehingga mampu membentuk kualitas krakter yang baik bagi setiap orang.

  • Masyarakat

Masyarakat adalah lingkungan sekolah informal bagi setiap pribadi. Kendatipun bersifat informal tapi situasi masyarakt mempunyai dampak yang sangat signifikan kepada setiap orang. Proses pembentukan karakter seseorang dan penanaman nilai moral juga tergantung dari kehidupan masyarakat atau lingkungan sosial. Artinya lingkungan sosial juga menjadi “sekolah” bagi setiap orang yang mengajar banyak nilai moral dan kehidupan.

Bila situasi sosial dengan menjunjung tinggi nilai moral dalam kehidupan bersama maka akan membantu proses pembentukan karakter yang baik bagi banyak orang. Sebaliknya bila situasi masyarakat yang bersifat “permisif” dan tanpa ada kontrol sosial yang baik maka akan membawa pengaruh yang negatip terhadap pertumbuhan dan perkembangan setiap pribadi.

Pembentukan Karater Lewat Kekuatan 3 in 1

Timor Leste sebagai sebuah negara, secara ke dalam sangat dipengaruhi oleh tiga kekuatan utama. Ketiga kekuatan itu adalah Lia na’in atau leader tradisional, gereja dan pemerintah.

  1. Lia na’in atau leader tradisional

Bagi masyarakat Timor Leste, Lia  na’in adalah pemimpin tradisional yang sangat dihargai dan mempunyai power dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan bersama. Dalam hal ini seorang Lia nai’in mempunyai massa. Jabatannya bukan dari hasil demokrasi tapi diwariskan dan bersifat tradisional. Keputusannya mempunyai kekuatan mengikat karena dihargai, dihormati dan diterima demi keutuhan akan ikatan sosial dan kekeluargaan. Dalam proses penanaman nilai moral dan pembentukan karakter, lia na’in juga menjadi seorang “guru” yang mengajar banyak hal. 

  • Gereja

Gereja mempunyai peranan yang sangat sentral dalam seluruh sejarah Timor Leste. Gereja bukan hanya memegang kendali kehidupan spiritual tapi juga mempunyai power dalam berbagi bidang kehidupan. Gereja menjadi kekuatan yang sangat luar biasa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dengan demikian menjadi “kesempatan yang sangat baik” bagi gereja dalam mengemban tugas dan misinya. Dalam hal ini proses pembentukan karakter dan penanaman nilai-nilai moral lewat jalur gereja menjadi sangat efektif. Gereja mempunyai ajaran moral dan pembentukan karakter menjadi doktrin yang mempunyai nial universal. 

  • Pemerintah

Pemerintah  menjadi penentu kebijakan yang mengatur seluruh kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah adalah “decision maker” dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk menjalankan pemerintahan yang baik dibutuhkan kualitas sumber daya manusia yang baik. Kemajuan bangsa tergantung dari karakter dan nilai-nilai moral yang dihidupi oleh setiap pemimpin dan warga negaranya.

Dalam proses pembentukan karakter bangsa dikendalikan oleh kebijakan dan kehidupan politik yang tertuang dalam undang-undang dasar negara. Untuk itu penjabaran nilai-nilai moral dalam proses pembentukan karakter secara nasional dirumuskan dalam setiap keputusan dan peraturan untuk dilaksanakan dan dihidupi bersama. Dalam bidang Pendidikan, nilai-nilai moral tertuang secara integral dalam kurikulum di setiap jenjang Pendidikan.

Bertolak dari ketiga kekuatan ini maka dalam proses untuk membangun karakter bangsa dibutuhkan kerjasama yang terpadu. Makna 3 in 1 artinya tiga kekuatan yang bersatu dalam membangun satu tujuan secara nasional yaitu karakter bangsa. Ketiga kekuatan ini mengayomi proses pendidikan dari keluarga, masyarakat dan sekolah. Bagi Timor Leste, membangun karakter bangsa adalah kekuatan dasar untuk menatap masa depan dalam menghadapi dunia yang kian global dengan tingkat kompetisi yang tinggi. Marilah kita bersatu untuk membangun karakter bangsa! Kita pasti Bisa!

Penulis adalah Pastor Misionaris, SVD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

NEWS UPDATE

Numeru Konflitu Tuun Makaas Dezde Governu Desidi Reativa Atividade Arte Marsiais & Arte Ritual

DILI, STLNEWS.co - Primeiru Ministru (PM) Taur Matan Ruak hateten, dezde governu desidi reativa atividade Grupu Arte Marsiais no Arte Ritual, numeru konflitu iha...

Taur Apresia Esforsu SEJD-KRAM Reativa Atividade Arte Marsiais & Arte Ritual

DILI, STLNEWS.co - Primeiru Ministru (PM) Taur Matan Ruak agradese esforsu Sekretariu Estadu Juventude no Desportu (SEJD) no Prezidente Komisaun Reguladora Arte Marsias (KRAM ), neebe...

Sasin La Iha Konhesimentu Kazu Konstrusaun Armajen Foos

DILI, STLNEWS.co - Kazu konstrusaun armajen foos, Tribunal Distrital Dili kontinua rona sasin. Tanba nee, iha julgamentu kontinuasaun nee, tribunal rona sasin ho inisial MC neebe...